Senin, 30 April 2012

TEKNIK REPARASI DAN PERAWATAN SEPEDA MOTOR

TEKNIK REPARASI DAN PERAWATAN SEPEDA MOTOR

1. PRINSIP KERJA MESIN SEPEDA MOTOR
               Sistem kerja yang baik pada sebuah mesin kendaraan sangat ditentukan oleh beberapa faktor. Demikian pula pada mesin kendaraan sepeda motor. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus dilakukan agar mesin kendaraan sepeda motor dapat bekerja dengan baik.
  • Mengisap bahan bakar (campuran bensin dengan udara) masuk kedalam ruang bakar.
  • Menaikkan tekanan gas campuran bensin dan udara agar diperoleh tekanan hasil pembakaran yang cukup tinggi.
  • Meneruskan gaya tekan hasil pembakaran sehingga dapat digunakan sebagai tenaga penggerak.
  • Membuang gas hasil pembakaran keluar dari ruang pembakaran

Prinsip kerja pada mesin :
a.      Prinsip kerja mesin 4 langkah/ tak
      -Langkah isap
·         Torak dari TMA ke TMB.
·         Katup masuk terbuka, katup bunag tertutup.
·         Campuran bahan bakar dengan udara yang telah tercampur di dalam karburator, masuk dan diisap ke dalam silinder.
·         Saat torak berada di TMB katup masuk akan tertutup.

      -Langkah kompresi/ penekanan
·         Torak bergerak dari TMB ke TMA.
·         Katup masuk dan katup buang kedua-duanya tertutup sehingga gas yang telah diisap tadi tidak dapat keluar pada waktu ditekan oleh torak yang mengakibatkan tekanan gas akan naik sambil mengeluarkan panas.
·         Beberapa saat sebelum torak mencapai TMA busi mengeluarkan percikan bunga api listrik.
·         Gas/ bahan bakar yang telah mencapai tekanan tinggi tadi terbakar.
·         Akibat pembakaran bahan bakar tadi, tekanannya akan naik menjadi kira-kira tiga kali lipat.

      -Langkah kerja/ ekspansi
·         Saat ini kedua katup masih dalam keadaan tertutup.
·         Gas yang terbakar tadi dengan temperatur dan tekanan yang tinggi akan mengembang kemudian menekan dan memaksa torak turun ke bawah dari TMA ke TMB.
·         Saat inilah pertama kali tenaga poros (kalori) diubah menjadi tenaga bergerak / mekanis. Tenaga ini disalurkan melalui batang penggerak, selanjutnya oleh poros engkol diubah menjadi gerak berputar.

      -Langkah pembuangan
·         Katup buang terbuka, katup masuk tertutup.
·         Torak bergerak dari TMB ke TMA.
·         Gas-gas sisa pembakaran terdorong oleh torak keluar melalui katup buang menuju udara bebas.

b.      Prinsip kerja mesin 2 langkah
      -Langkah Pengisapan
·         Torak bergerak dari TMA ke TMB.
·         Pada saat saluran bilas masih tertutup oleh torak, di dalam bak mesin terjadi kompresi terhadap campuran busi dengan udara.
·         Di atas torak, gas sisa pembakaran dari hasil pembakaran sebelumnya sudah mulai terbuang ke luar melalui saluran buang.
·         Saat saluran bilas sudah terbuka, campuran bensin dengan udara mengalir melalui saluran bilas terus masuk ke dalam ruang bakar.

      -Langkah kompresi
·         Torak bergerak dari TMB ke TMA.
·         Rongga bilas dan rongga buang tertutup, terjadi angkah kompresi dan setelah mencapai tekanan tinggi busi meletikkan bunga api listrik untuk membakar campuran bensin dengan udara tadi.
·         Pada saat yang bersamaan, di bawah (di dalam bak mesin) bahan bakar yang baru masuk ke dalam bak mesin melalui saluran masuk.

      -Langkah kerja/ ekspansi
·         Torak kembali dari TMA ke TMB akibat tekanan besar yang terjadi pada waktu pembakaran bahan bakar.
·         Saat itu torak turun sambil mengkompresi bahan bakar baru di dalam bak mesin.

      -Langkah buang
·         Menjelang torak mencapai TMB, saluran buang terbuka dan gas sisa pembakaran mengalir terbuang ke luar.
·         Pada saat yang sama bahan bakar baru masuk ke dalam ruang bakar melalui rongga bilas.
·         Setelah mencapai TMB kembali torak menuju TMB unuk mengadakan langkah sebagai pengulangan dari yang dijelaskan di atas.

2. BAGIAN PENTING MESIN SEPEDA MOTOR
a.    Silinder
        Silinder adalah sebagai tempat pembakaran campuran bahan bakar dengan udara untuk  
        mendapatkan tekanan dan temperatur yang tinggi. Akibat adanya tekanan tinggi dan gesek-
        gesekan torak dinding silindernya maka pembuatan silinder itu harus dikerjakan dengan cara
        halus, teliti, dan baik. Bahan logam yang dipergunakan haruslah bahan yang berkualitas tinggi
sehingga tahan lama, tahan gesekan, serta tahan terhadap temperatur dan tekanan tinggi.
        Pada umumnya silinder dibuat dari bahan baja tuang untuk mesin besar dan untuk mesin
        kecil terbuat dari bahan logam aluminium paduan yang di bagian dalamnya dipasangkan tabung
        dari bahan baja yaitu pada bagian tempat bergeraknya torak.
Sepeda motor yang menggunakan system pendinginan udara, pada bagian luar silinder
        terdapat sirip-sirip utuk mempertinggi efisiensi pendinginan. Pada mesin 4 langkah dinding
        silindernya berbentuk rata dan polos sedangkan pada mesin 2 langkah terdapat saluran-saluran
        bilas dan rongga pembuangan.
b.      Kepala silinder
Umumnya kepala silinder dibuat dari bahan aluminium paduan. Untuk menghindarkan terjadinya kebocoran gas terutama pada langkah kompresi maka pemasangan paking dan pengencangan baut untuk merapatkan kepala silinder terhadap silindernya haruslah seteliti mungkin.
c.       Bak mesin
Bak mesin merupakan tempat silinder, poros engkol, dan gigi transmisi. Bak mesin umumnya dibuat dari bahan logam aluminium paduan. Pada jenis motor 2 langkah, pada bagian bak mesinnya terdapat saluran yang dihubungkan dengan karburator sebagai pemasukan bahan bakar. Pada motor 4 langkah bak mesin juga merupakan tempat (bak) minyak pelumas sekaligus juga sebagai pendingin minyak pelumas di dalam sirkulasinya.
d.      Torak
Torak atau piston terbuat dari bahan aluminium paduan yang mempunyai sifat:
Ø  Ringan,
Ø  Penghantar panas yag baik,
Ø  Pemuaian kecil,
Ø  Tahan terhadap keausan akibat gesekan, dan
Ø  Kekuatan yang tinggi terutama pada temperatur tinggi.

Bentuk dari kepala torak umumnya rata. Akan tetapi, dengan adanya kebutuhan sehubungan dengan kompresi dan bentuk ruang bakarnya, maka torak pada motor dapat juga berbentuk cekung, cembung, kerucut terpancung, atau bentuk deflector (tonjolan pengaruh gas).
Diameter torak dibuat lebih kecil daripada diameter lubang silindernya. Pada waktu mesin bekerja, kerenggangan itu dirapatkan oleh cincin torak yang mempunyai sifat pegas. Untuk menghindari terjadinya kemacetan saat torak memuai diwaktu mesin sedang panas maka pelumasan di antara dinding silinder dengan torak dan cincin torak ini harus baik sekali. Kerenggangan antara diameter torak dengan diameter lubang silinder mempunyai besar tertentu pada setiap jenis motor. Kerenggangan yang terlalu besar atau terlalu kecila mempunyai pengaruh yang buruk.
Bentuk silinder diameter bagian atas umumnya lebih kecil daripada bagian bawah. Hal ini untuk menanggulangi pemuaian yang lebih banyak pada bagian atas karena pada bagian itu terjadi panas yang terbesar.
e.      Cincin torak